aku adalah sesosok akhwat yang merasa baru saja lulus dalam ujian pertama dalam hidupku. Ketika ana duduk di bawah pohon yang rindang sambil menatap awan yang luarbisa bergerak dengan ikhlas, langit yang biru bagai kanfas alam yang sungguh luar biasa, jika dilukiskan apapun akan menjadi indah, terutama ada lukisan wajah ana dilangit! sembari tersenyum.
Wahai awan jikalau engkau bisa bicara maukah engkau mendengarkan curhatku ini ?. ana (aku sebagai penulis) kebayang gak kalau semua alam bersaksi tentang hidup kita dan mereka (alam semesta) akan jujur terhadap kita. sembari pun ana sesosok akhwat yang pasrah diam, dan bergemuru dalam hati "aku bingung mencari yang jujur untuk tempatku mengadu dan mengerti keadaan ku.
Wahai awan ana tau engkau tak sekolah, dan tak pernah belajar psikologis tapi berikan setiap jawaban mu dalam lukisan alammu yang mempesona. Apaun yang tergambar dalam bingkai langit yang ada dihadapanku itu menunjukakkan jawabanmu.
Wahai awan maukah engkau mendengarkan curhatku ini, sembari melihat keatas terlihat awan bergerak dan membentuk sebuah bingkai yang ditengahnya hanya langit kosong dihampit oleh awan-awan kecil. Sehingga aku pun menyimpulkan engkau akan menerima apa yang akan ku ucapakan dan siap mendengarkannya sesuai dengan langit kosong yang menandakan keihklasanmu.
Engakau tau wahai awan walaupun engakau adalah perantara sang pemilik alam semesata ini, engkau selalu tau apa yang kukerjakan dalam setiap langkahku kemana aku pergi. Ana adalah wanita yang mengaku diriku seorang akhwat selama ini ana tidak pernah menjalankan amanah yang telah diberikan cuma-cuma oleh Sang Maha Indah,
Ana selalu melupakannya membiarkan cahaya mata yang bertebangan, pastinya tidak halal untuk mereka gunakan untuk melihat apa yang ada dalam diriku. Hari demi hari ana selalu risih akan hal itu dan selalu tidak tenang, dengan yang ana lakukan.
Suatu ketika puncaknya ketika ada seorang akhwat yang menghampiri diriku mengatakan, Setiap apa yang ukhti ikhlaskan tuk memandang dirimu sesuatu yang tidak halal menjadi halal, ukhti akan menerima ganjaran apa yang ukhti perbuat. setelah itu dia pergi.
Ana merenung dalam renungan ana rasannya pingin sekali meneteskan air mata, yang selama ini tidak pernah sekalipun ana menagisi tingkah laku yang ana perbuat. Hingga pada satu waktu ana memutuskan untuk menghilangkan pandangan orang yang tidak halal bagiku kecuali menunggu seseorang yang halal tuk melihatnnya.
Dilema pun terjadi ketika pelajaran olah raga semua siswa diminta menggunakan pakaian olah raga. Tetapi ana melihat pakaian ana sudah sempit karana tidak pernah ana gunakan karenan sering tidak olah raga, jadi ana merasa tidak selayaknnya mengunakan baju yang ketat itu.
Terdengar ocehan guru dari jauh,he kenapa kamu tidak memakai pakaianmu? dengan wajah sedikit marah. dan ana pun menjawab dengan sopan. maaf pak ana gak bisa memakai pakaian itu karan terlalu ketat syariat tidak membolehkan lekuk tubuh ku keliahatan, tanpa mengurangi rasa hormat saya kebapak.
Sang guru pun tertawa dan diikuti dengan teman-temannya yang lain. he bukannya kau selalu menyuruh kami tuk melihat lekuk tubuhmu kenapa hari ini tidak boleh he! dengan nada sedikit keras. Apa yang masuk kedalam pikiran mu hah wahai anak teroris. tersentak aku pun terkejut dan sedih, setelah itu aku pun lari dengan diiringi suara2 tertawa dan ejekan teman-temanku juga orang satu sekolah yang tau hal itu, karena sekolahku tidak lah besar.
Penderitaanku belum berhenti sampai disitu, ketika pelajaran pun ada guru yang bicara dengan sepontan wah ada calon teroris nih disini. Aku pun tak meghiraukan tapi batinku tersiksa, entah kenapa perkataan itu menyakiti hatiku karena opini yang beredar saan ini membuat citra buruk Islam.
Wahai awan engkau dengar apa isi hatiku, apakah ini hukum yang diberikan oleh yang Menciptakan dirimu atau teguran sehingga ana harus menerima ini tolong jawab, dengan nada sedikit serak karena kesediahan. Awan pun bergerak dengan berkumpul menjadi satu, entah apa yang ingin disampaikan kepada sang akhwat tersebut.
.cerita bersambung tunggu episode selanjutnya.
Adit 06/12/2011

bersambun... hehehe
BalasHapus